Selasa, 01 Januari 2013

TENTANG CINTA



"Sebuah anugrah ketika cinta ini mengantarkan pada Dzat yang Maha Tinggi, ini untukmu dan SANG."
-Muhammad Zuhri Anshari-


ANUGRAH
Muhammad Zuhri Anshari

Anugrah,
A, B, C, D, E
F, G, H, I, J
K, L, M, N, O, P
Q, R
R, S, T
U, V, W, X, Y
Z
Mencintaimu

Yogyakarta, 22 November 2012



 ∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


AKU, CINTA
Muhammad Zuhri Anshari

Aku, mencintaimu.
Aku mencintai, mu.
Aku mencintaimu.


Yogyakrta, 20 November 2012




  ∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞



IYA
Muhammad Zuhri Anshari

Iya, untuk rasa.
Iya, untuk cinta,
Iya, untuk sendu,
Iya, untuk rindu,
Iya, untuk tenang,
Iya, untuk tentram.

Yogyakrta, 19 November 2012


  ∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


 BIAR AKU

Muhammad Zuhri Anshari

Barangkali benar, pertemuan menghadiahkan rindu setelah dipisahkan,
Barangkali tak salah,
tak ada pertemuan menyuguhkan rindu sebelum dipertemukan.
Biar aku, dikau beri warna.
Biar aku, dikau beri makna.
Biar aku, dikau beri cinta.
Biar aku, dikau beri biru.
Biar aku, dikau beri syahdu.
Biar aku, dikau beri rindu.
Setelah benar aku menemukanmu dalam rindu dan tenangku.

Yogyakrta, 19 November 2012


 ∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


SATU-satu
Muhammad Zuhri Anshari

Tabir hidupmu adalah sebuah pengorbanan sukar diungkap,
tapi tak memintaku untuk duduk dalam gelap,
sekedar melangkah untuk tabir yang tersingkap,
SATUsatu ku buka,
SATUsatu ku baca,
SATUsatu ku tata,
SATUsatu ku susun jiwa,
SATUsatu ku bentuk raga,
hanya SATU yang meraja
Sampai pada asamu tertulis sebuah nama.
Sampai pada asaku tertulis sebuah nama.
Nama, nama yang menjadi raja diri. ALLAH.

Di bacakan di kelas DPP, Pak Nuri (21/11/2012)
Yogyakrta, 12 November 2012


 ∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


TAKKAN
Muhammad Zuhri Anshari

Takkan mungkin seperti ini,
jika rasa kehilangan tidak pernah hadiri kisah ini.
Takkan bisa seperti ini,
jika kesalahfahaman enggan mengisi lembaran ini.
Takkan sanggup seperti ini,
jika rasa benci tak sekalipun menghampiri wujud ini.
Takkan ada lagi hari ini,
jika kehilangan kepercayaan tidak pernah ada disini.
Takkan sekuat ini,
takkan setangguh saat ini,
takkan sampai hari ini,
bukan takdir untuk berikhtiar, melainkan berihtiar untuk taqdir.

Yogyakarta, 3 oktober 12


∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

ENTAHLAH
Muhammad Zuhri Anshari

Entahlah,
semakin hari hanya ada rasa ini,
benci pernah aku alami,
sementara rasa inilah yg mengilhami.
Entahlah,
Semakin hari hanya ada rasa ini,
biar sakit pernah aku alami,
namun rasa ini buru-buru mengobati.
Entahlah,
semakin hari hanya ada rasa ini,
biar cemburu seringkali,
namun rasa ini kemudian menyelimuti.
Entahlah,
semakin hari,
takkan sanggup aku mengerti dg takdir ini,
akankah ada hari yg sanggup temui,
atau tidak samasekali.
Entahlah,
semakin hari,
tak mungkin aku mendului mimpi,
karena lebih nyata ini.
Entahlah, entahlah,
Yogyakarta, 24 September 2012


∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


JIKA
Muhammad Zuhri Anshari
Benarkah aku tak percaya,
padahal sayang begitu kuatnya meraga.
Apa itu sayang?
Benarkah aku harus pergi,
padahal rindu selalu membekuk diri.
Apa itu rindu?
Benarkah aku tak kembali,
padahal cinta kian tenangkan hati.
Apa itu cinta?
Jika kabut pekat menutupi kepercaan,
iyakah cinta akan mereguk kebijaksanaan.
Sementara cemburupun sanggup memaafkan.
Jika kabut pekat memperdaya kepercaan
iyakah rindu akan tertanamkan.
Sementara pilupun sanggup memaafkan.
Jika, Jika, Jika
Rindu,
Jika, Jika, Jika
Cinta,
dan Jika.
Yogyakarta, 19 September 2012


  ∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞



BEGITUPUN
Muhammad Zuhri Anshari
Sayang ada pada genggamanku
Percayalah ia milikmu,
Begitupun asaku.
Kesal ada pula pada genggamanku
Percayalah ia milikmu,
Begitupun syahdu,
Rindu pula pada jiwaku,
yakinlah ia milikmu,
Begitupun asaku,
Ceburu pula pada jiwaku,
yakinlah ia milikmu,
Begitupun syahdu.
Cinta pula kuat dihatiku,
mantaplah ia milikmu,
milikmu bukan mutlaq, mutlaq milik SANG -ku, -mu.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

JAWABAN
Muhammad Zuhri Anshari

Mencari jawaban sampai keujung pertanyaan,
meski pernyataan serta tanduk hilang kesaktian.
Menunggui jawaban sampai keujung pertanyaan.
Meski laku langkah dalam perasingan.
Membutuhi jawaban sampai keujung penantian.
Tentang hati, rindu, dan cemburu yang menuan.
Yogyakarta, 19 September 2012


∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

PERTEMUAN
Muhammad Zuhri Anshari

Pertemuan yang entah kapan ditemui.
Barangkali ini menjadi bukti hanya Allah Sang pemilik diri.
Dan bukan tanda ingkar janji, melainkan menanti jalan yang diridhai.
Barangkali Dia memilihkan jalan ini,
jalan yang belum ditemui.
Bukan mematangkan diri pada kesalahfahaman yang membumi.
Barangkali dengan ini,
dengan pertemuan yang belum jua ditemui.
Sisi lain yang menyakiti nan menghardik diri menguap kian hari.
Dan cinta dan rindu Dia Rahmati atas diri, dan diri.
Yogyakarta, 13 September 2012


∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


SYAHDU, RINDU, SENDU
Muhammad Zuhri Anshari

Sahdu beriring sendu,
harapan yang kian memburu,
bukan sebagai penipu.
Sahdu dibuai sendu,
rindu yang kian menderu,
bukan sebagai perusuh.
Sahdu membuai sendu,
cinta yang kian memacu,
bukan sebagai pecandu.
Berharap bukan senja yang biaskan tampias dahaga.
Berharap bukan senja yang benamkan jiwa-raga.

Yogyakarta, 7 September 2012


∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞©zuhri 2012©∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞


CINTA LAGI, LAGI
Muhammad Zuhri Anshari

Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan melalui puisi,
tapi tidak banyak hal mampu aku tulisi.
Warna hitam diri jelas membuatku sulit aku warnai,
karena hitam pekat telah meredupkan warna sampai mati.
Tiada maksud undur diri,
jika ternyata cinta lagi-lagi,
lagi-lagi menyemai diri.
Tak pernah peduli,
secercah kertas yang tetap putih nan suci.
Yogyakarta, 03 September 2012



KITA, DAN BAGAIMANA


"Ketika hati merindukan satu, satu kepastian Pada Sang"

Muhammad Zuhri Anshari

Kau tau bagaimana bila
saat kita berbeda tujuan,
Kau tau bagaimana getirnya pertengkaran yang berujung dilema.
Namun tak sedikitpun penyesalan menghampiri.
Meski pertemuan yg telah terjadi seringkali berbalut luka cinta dan benci,
Namun tetap saja ini mengagumkan.
Kita tau bagaimana kita tak mau mengalah.
Kita tau bagaimana kita tak mau menyapa
Kita tau bagaimana kita tak mau percaya
Kita tau bagaimana kita sulit untuk memahami
Kisah yang telah kita lalui dan rajut bersama. Tetap saja aku merasakannya, tak pernah aku sesali.
Tetap saja aku merasa mencintai.
Yogyakarta, 24 Agustus 2012





PUISI RAMADHAN 1433


"Ketika semua harus berkhir, satuhal yang terus mengalir. Ialah cinta Satu."
-Muhammad Zuhri Anshari-



PERMULAAN HARI
Muhammad Zuhri Anshari

Ramadhan Ke-5
di permulaan hari
Aku awali diri untuk memulai menghadirkan kepercayaan hati yang kemarin mulai layu dalam diri, berharap tidak ada lagi kesalahan yang sanggup merobek kebahagiaanmu.

Seperempat dari usiaku mengenalmu, namun rasanya seluruh usiaku adalah mengenalmu.
Darimu, aku tau bahwa airmata tidak hanya melambangkan kelemahan.

Darimu, aku fahami bgaimana arti Kepercayaan.
Darimu, aku tau bgaimana mencintai seseorang.
Darimu, ada hal-hal baik mewarnai setiap degup jantungku yang kian melemah.

Darimu, ada ibrah yang indah memenuhi helaian nafasku yang kian merapuh.
Darimu, ada banyak yang tak mampu aku ceritakan satu satu.
Mencintaimu adalah hal yang indah.

Babakan, 20 Juli 2012








HARI KE-2
Muhammad Zuhri Anshari

Ramadhan Ke-5
memasuki hari kedua.
Diawali dengan "Mengapa aku lebih menyukai jalan yang itu", jalan yang dulu sering aku pilih untuk pulang dan kembali, jalan yang sampai kini mampu membuatku berdegup lebih tajam, jalan yang sampai saat ini masih aku titipkan harapan didalamnya. Jalan itu, jalan yang biasa kamu lalui.
Sore ini, di jalan yang aku beri harapan dimana Allah memberikan yang terbaik.
JALAN HIDUP, KU, MU.

Babakan, 21 Juli 2012





HARI KE-3
Muhammad Zuhri Anshari
Ramadhan Ke-5
memasuki hari ketiga.
Sayup-sayup senja menghantarku pada masa yang pernah meliputiku di 5 tahun awal yang lalu.
Saat ini, Ketika waktu bergerak maju, aku lebih memilih untuk mundur kemasa itu.
Kembali kemasa dimana kesalahan-kesalahan yang memberi wajah buruk masaku kini, kembali kepada kesalahan itu untukku aku perbaiki.
Aku berharap bisa kembali dimasa itu, saat sebelum perih, dan sakit mendatangimu.
Aku berharap bisa kembali dimasa itu, masa yang benar-benar membuatku rindu.
Aku berharap kita bisa kembali, sekembalinnya diri pada kepulangan yang sebenarnya.

Babakan, 23 Juli 2012




HARI KE-4
Muhammad Zuhri Anshari

Ramadhan Ke-5
memasuki hari keempat
Semoga lindungan serta penjagaan Allah menghiasi sisa-sisa Nafas dengan KeridhaanNYA,
Masih dg sayup senja menghantarku pada masa yang pernah meliputiku di 5 tahun awal yang lalu.
Disuatu hari dimana tidak hanya mentari yang girang, langitpun turut biru cemerlang.
Suatu hari dimana nafas berburu dipacu jantung yang bersenandung, seiring hati dimana cinta dan rindu bersanding.
Suatu hari dimana kebersamaan membingkai kisah kita.
Suatu hari, yang menyadarkanku bahwa kita pernah bersama dalam tangis dan tawa.
Suatu hari, kemarin, kini dan esok.

Babakan, 24 Juli 2012







Senin, 31 Desember 2012

SAMPAI PADA MIMPI KEDUA




“Pada-Mu aku titipkan Niat dan Tekad ini, untuk kesekian kalinya.”- Muhammad Zuhri Anshari

December 31, 2012



Bissmillahirrahmanirrahiim
Gemericik hujan memenuhi penghujung hari tahun 2012, basahi bumi Yogyakarta.
Sore ini, Saya menghatamkan 5 cm. Ada beberapa kalimat yang berkali-kali menggetarkan tubuhku

1.   Yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya.
2.   Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter di depan kening kamu.
3.   … perlu kaki yang akan berjalan dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama daripada biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan haji yang akan lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdo’a.

     Kelimat itu begitu bernyawa, sehingga ia begitu hidup. Ditambah lagi Donny Dhirgantoro, Penulis Buku 5 cm, bersama sahabatnya berhasil menguji cobakan tiga kalimat ajaib diatas.

     Di penghujung hari ini, tahun 2012. Banyak keajaiban-keajaiban kecil yang aku temui (padahal keajaiban besar… yaah manusia), barangkali tidak aku sadari betapa Allah dengan cuma-cuma memberikan mimpi kepada manusia untuk terus begerak maju dan terus melakukan Ibadah dan Ikhtiar dengan istiqomah. Itulah mengapa Allah menciptakan Syurga dan Neraka untuk manusia. Adalah untuk terus bermimpi dan mewujudkannya.

     Saya jadi teringat ucapan Kang Ari pemateri pelatihan the Miracle di JEC bulan 4 Februari lalu. “Mimpi (Dream) itu sama dengan Komitmen,” Jadi orang yang memiliki mimpi bukanlah orang yang sedang “ngigo”, tapi ia berkomitmen untuk bergerak lebih baik, untuk lebih bermanfaat bagi halayak. Toh, Allah sendiri yang berfirman kalau kita manusia ini diberi kesempatan untuk berencana (bermimpi), meskipun segala macam putusan berada pada taqdir-Nya. Maka sepakat jika kalimat ini adalah konsep idealis seorang yang berani bermimpi dan berani mewujudkan mimpi. “perlu kaki yang akan berjalan dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama daripada biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan haji yang akan lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdo’a.”

     Selain itu, saya juga teringat beberapa kalimat dari Novel 5 cm. yang pada intinya menjadi manuisa yang baik itu amat sangat sulit, orang lebih memilih menjadi sarjana yang baik, dokter yang professional, pendidik yang credible. Namun kita, saya pribadi sering melupakan bahwa rasulullah saw bersabda Khairunnas anfa’uhum linnas, tulisan yang dari sejak aku kecil sampe sekarang masih tertempel di Rak Buku Ayah. Baru aku sadari saat ini setelah menghatamkan 5cm. Kaitannya dengan mimpi adalah, kita diharapkan bisa menjadi insan yang bermanfaat setelah berani bermimpi, dan berani mewujudkan mimpi.

Cukup sampai disini mengenai uraian mimpi.
Terus ngapain???

Curcol deh sekarang,
Aku jadi teringat, satu tahun lalu. Persis ditanggal yang sama.

     Keajaiban ini membawaku untuk menyetujui bahwa kesulitan hidup bukan dijadikan alasan untuk menyerah. Malam itu, 31 Desember 2011, saya bersama keluarga baru di Himpunan Jurusan, EDSA, sengaja memilih rumah Mb’ Vita sebagai tempat untuk “muhasabah” di akhir tahun.
Bukan kejadian malam itu yang ingin saya ceritakan, tapi kalimat Mb’ Vita yang bener-bener menyihir kita semua pada malam itu. Adalah “Di dalam samudra yang ganas, akan terlahir nahkoda yang hebat”

Kaitannya ama mimpi apa???

Gini, kita barangkali sama-sama punya mimpi. Atau merasa hidup ini selalu bermasalah. Nah, percayalah bahwa kesulitan, kegagalan, kesakitan, keedihan atau keburukan yang kita jallani untuk mewujudkan mimpi itu akan melahirkan kita menjadi orang-orang hebat.

Jadi bermimpilah,

Lanjut, nah ini baru curcol yang sebenarnya. #Waduuhhh…

Aku menyebutnya “mimpi kedua” setelah pesantren impian yang pada akhirnya pesantren impian itu belum jua aku duduki. Tapi bukan berarti Allah ga ngabuin janji-Nya. Hanya saja Allah lebih tau yang apa yang saya butuhkan dengan mengganti Pesantren Gontor menjadi (1) P.P. Santun Muhammadiyah; (2) P.P. Nuurussiddiiq; (3) P.P. Raudlatuth Thalibin, dan (4) P.P. Assanusi.

Mengenai mimpi kedua, ia lahir awal 2012 lalu.

     Berawal dari ketakjubanku pada buku Negeri Paman Sam, dan membuatku ingin melanjutkan study S2 di sana. Namun anehnya keinginan untuk melanjutkan s2 di negeri itu tidak mampu menggetarkan azzam pada diri ane (baca; Saya).

     Entahlah, terlepas dari persyaratan administrative atau kebijakan. Barangkali aku termasuk orang yang ortodok. Tapi aku ingin ketika kuliah bukan saja ilmu umum yang aku peroleh, tapi ada sisi religi untuk bisa aku pelajari dan amalkan. Itu titik utama untuk menyusun rencana pemenuhan administrative terkait GPA dan hal lainnya. Bayanganku mulai menerawang ke negeri paman sam. Semua terasa biasa saja.

     Kemudian saya mengadukan polemic itu pada Mama (Ayah), beliau cuman bilang “Dulu mama sempat baca majalah sabili, di Malaysia ada universitas yang dulu mau didirikan di Indonesia tepatnya di aceh, namun waktu itu Pak Harto bilang Indonesia bukan Negara Islam. Nah, akhirnya ga jadi didirikan disini. Di univ itu kuat banget sentuhan religi-ya, barangkali kamu bisa kesana nanti setelah tamat S1.”

     Waktu itu ayahku hanya menyebutkan OIC, yang kepanjangannya saya sendiri ga tau. Akhirnya pemburuan dimbah google pun dimulai. Berburu mencari nama universitas itu. Anehnya, azzam dan himmahku naik begitu tajam ketika mencari nama universitas yang kental dengan sentuhan Islam itu.

     International Islamic University Malaysia- nama itu aku temukan. Dan bergetarlah tubuh ini ketika bertemu nama itu. “Aku bulatkan Azzamku,” membatin.

     Cinta itu mengalir begitu saja ketika membaca filosofi kampus IIUM, takjub dengan pengamalan tauhid dan Iqra’ disana. Tanpa aku sadari, mata dipenuhi cairan yang hangat. Nafas terengah, dan rindu itu tertanam pada kata “Garden of Knowledge and Virtue”, belum lagi empat semboyan yang semakin membuatku teringat pada kisah kecilku ketika bertemu dengan mimpi pertamaku, Gontor. Yang pada saat itu melihat gontor sama kayak melihat gulali. Bedanya kali ini aku seorang yang sudah berusia (Dulu anak-anak dan masih unyu-unyu hahaha).

     Pertemuanku dengan IIUM Ibarat seorang musyafir yang sangat kehausan ditengah perjalanan. Persediaan makanan sudah habis, minuman pun tidak ada. Sehingga tidak ada lagi hal lain yang lebih dibutuhkan dan menyilaukan mata selain seteguk air. Allah memang Maha Tau. IIUM nampak seperti danau yang dipenuhi air, dan disekitarnya ditumbuhi tetumpuhan yang hijau, buah-buahan yang masak, serta bunga-bunga yang harum mewangi dimana langit begitu biru menentramkan. Subhanallah, mimpi itu ama indah.

     Butuh Perjuangan untuk mencapai danau yang dipenuhi air, dan disekitarnya ditumbuhi tetumpuhan yang hijau, buah-buahan yang masak, serta bunga-bunga yang harum mewangi dimana langit begitu biru menentramkan memang tak mudah. Aku sempat kaget ketika melihat persaratan S2 yang amat ketat. Bahkan sempat ingin berhenti saja dan menyerah. Tapi aku sadar, Allah tidak menyukai orang yang berputus asa. Mas Donny sudah membuktikan kesuksesannya melalui semua pedihan bahkan kesengsaraaan selama pendakiannya ke Mahameru dan akhirnya dia meraih hal yang manis setelah kesengsaraan itu.

     Kalimat ini ada benarnya “Dunia ini bagaimana kita, ketika kita berfikir permasalaha ini sulit, maka sulit. Tapi kalau kita yakin bahwa masalah ini mudah maka mudah pula,” lagi pula Allah dalam Firman-Nya menegaskan “Aku adalah seperti prasangka hambaku”, ketika saya berkhusnudzon padanya maka itulah yang Allah berikan pada saya. Tugasku adalah  meyakini bahwa setelah kesulitan ada kemudahan. Dan kegagalan bukan tanda bahwa Allah tidak adil, tapi Allah maha tau yang kita butuhkan.

     Integration, Islamization, Internationalization, Comprehensive Excellence. Empat misi yang bener-bener membuatku semakin ingin berada disana, guna membekali diri untuk menjadi “Khairunnas”. Pokoknya Go IIUM 2015…!!!


Sebelum berlanjut, Ini ada beberapa foto IIUM yang sempat saya download;

Ini Logonya, Maknanya Subhanallah banget.

Nah kalau ini tugu Iqro'

Ini sebagian Kampus IIUM

Ini Perpustakaan
     Dari Foto-Foto diatas, ada satu ini yang paling aku sukai. Foto salah sutu wisudawan yang berhasil aku download dan sering banget aku jadikan PC di FB, di Bloger juga pernah, ama di Twetter juga.

  Yahhh…Itung-itung visualisasi mimpi. Hahaha, dan itung-itung mempromokan wisudawannya juga. Hehehe. Kayaknya bahagia, dan penuh haru banget suasana di Foto itu.

emmmmhhh...
Nahh ini dia, taaarrrrrraaaa…..

Ini Visualisasi Mimpiku, InsyaAllah :D

Sayang benget Istrinya ga ikut serta, hehehe. Tapi tetep bikin aku ngiler.

Beralih lagi,

Ohya. Desember lalu,
aku mencoba meniti langkah untuk bisa mengobati rindu itu dengan mengirimkan abstracts untuk World Conference yang diadakan IIUM. Kekuatan itu mengalir deras, dengan tekad yang kuat aku terus mencoba walau akhrinya “It has not been accepted” yang aku peroleh dari committee. But it’s okay, setidaknya aku terus melangkah. Semua akan ada waktunya. Miskin ane (Baca; betapa kesihan saya) hehehe. But, melangkah lagi…!!! Optimis Hati, dan terus Istiqomah. Go IIUM Januari 2015 !!!. Dua tahun lagi terhitung 2013…. Bismillah.


Malam ini, sebelum 2012 berahir. Aku tidak ingin menutup mimpi ini begitu saja, perjalananku baru dimulai dengan berbekal;

Satu
“Iqro’ bismirobbikalladzi khalaq”- Allah SWT

Dua
“Khairunnas Anfa’uhum linnas”- Rasulullah SAW

Tiga
“Jangan pernah berhenti berdo’a dan bersyukur”- Mimi

Empat
“Allah itu ngasih kita sesuai prasangka kita terhadap-Nya, selain itu Dia Maha Tau yang kita butuhkan”- Mama

Lima
“Santri babakan ngamal Qur’an aja setengah-setengah”- Kyai Sarif Hud Babakan (melalui mimpi)

Enam
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter di depan kening kamu.… perlu kaki yang akan berjalan dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama daripada biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan haji yang akan lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdo’a”- Donny Dhirgantoro 5cm

Tujuh
“Man Jadda Wa Jada”- Ahmad Fuadi N5M
Semoga dengan ini, Allah menganugrahkan keajaiban serta keridhaan. Amiin
Huhhhfft sampai diujung curcol juga neh, Semoga apapun yang Saya, Pembaca, dan semua yang memliki mimpi bisa kita wujudkan. Amiin.

WaallahuA’lam bishshowab, Alhamdulillah.





Minggu, 30 Desember 2012

AKU, DIA & TONG SAMPAH


Hari ini, ahad. Bingung mau ngapain. Padahal ini hari libur. Hahaha. Daripada kosong dan nganggur, iseng deh review film. Film ini berjudul Aku, Dia dan Tong Sampah. Judul yang menggelikan, tapi sarat makna. Film ini di buat di Malaysia oleh Playground Production dan di bintangi oleh;
Sharnaz – Siti Saleha
Amir – Beto Kusyairy
Hazwan – Razif Hashim
Dianne – Memperkenalkan Liyana Van Der Sijp
Tok Wan – Fauziah Nawi
Mama Dianne – Zizi Zulkifli
Mama Amir – Tania Zainal
Bagaimana ceritanya?
Akhirnya, saya Zuhri.... Oppps, langsung aja dehh Semoga ini bisa mewakili, jrengggg……




AKU, DIA & TONG SAMPAH
Sharnaz Sabri. Gundah memenuhi hatinya, masih ia sokong tubuhnya yang hampir roboh didepan sebuang tong sampah berwarna biru. Seikat surat-surat cinta yang digenggamnya hendak ia masukkan kedalam tong sampah dengan harapan segala kisah cinta turut pergi bersama surat itu. Namun kenangan yang perih itu pun masih amat sangat berharga, sehingga keraguan menyergapnya.
“Brukk” gadis itu menubruk Amir, lelaki yang hendak membuang berkas-berkas surat yang diikat persis seperti kumpulan surat Sabri. “Maaf, ” sepontan Sabri mengambil seikat surat-surat itu dan berlari. Amir terheran, dan ia melanjutkan niatnya membuang berkas-berkas surat yang nyatanya sudah tertukar.
Keesokan harinya, Sabri mendatangi rumah Amir yang tidak jauh dari tong sampah biru itu untuk meminta surat-suratnya dikembalikan karena tertukar. “Sudah I buang suratnya, I kira itu surat I,” Tanggap Amir saat ditagih surat yang tertukar itu. Airmata pun tumpah ruah, Sabri sangat menyesal. Amir, lelaki yang belum Sabri kenal mencoba menenangkan dan meminta maaf atas kesilapannya. Namun Sabri makin menjadi, larut dalam tangis.
Tong sampah biru. “Oke-oke,” jawab Amir yang dimintai kesediaan untuk menjalankan sebuah rencana yang direncanakan Sabri untuk mantan kekasihnya, Hazwan. Lelaki yang sudah membuatnya merasa lelaki didunia ini hanya Hazwan. Sayang itu menancap dalam kedalam hatinya, namun sayangnya Hazwan memilih untk mengahiri hubngan tersebut.
Amir menjalani perjanjiannya dengan Sabri. Di mulai dengan menjadi “Kekasih Palsu”-nya Sabri untuk mencari tau respon Hazwan, dan mencari tau apakah Hazwan masih peduli terhadapnya atau tidak. Sementara Hazwan sendiri memilih berhubungan dengan Dianne menjadi pacarnya.
Pagi hari, mentari sudah kokoh menyinari bumi. Cahayanya memberi warna pada benda yang ia soroti. Di sebuah taman, Amir dan Sabri melepas kepenatan. Sabri masih dihantui persaan kepada Hazwan, meskipun kini ia mulai merasa nyaman dengan lelaki disampingnya. Obrolan dimulai dari postingan video Amir yang mengalami kenaikan rating like dari pengguna social media. Berlajut tentang Hazwan. Sabri bersedia tidak memenuhi mimpinya, melanjutkan S2, kalau semisal dia kembali dengan Hazwan. “Awak sanggup korbankan impian awak untuk orang macam tu ?.”, “Macam tu, Tul” Jawab Sabri, “Tapi kalau dia betul-betul sayang, dia takkan suruh awak korbankan impian awak untuk dia”. Semua terdiam, hanya helaan nafas panjang yang terus berdesis. Danau turut menyaksikan kesunyian itu. Kalimat Amir berhasil meresap dalam relung jiwanya.
Kebersamaan Amir dan Sabri makin menjadi. Hingga pada suatu kesempatan Sabri diminta Amir untuk menyetir mobil pulang ke rumah ibunya. Sesampainya dirumah, Sabri sudah langsung akrab dengan Ibunya Amir. Dari mulai memasak hingga merapihkan makanan, Sabri turut serta. Sehingga bukan Amir saja yang terkesan kepada Sabri, Ibu Amir pun ikut terkesan. Mereka larut dalam kehangatan antara ibu dan anak.
Kisah terus berlanjut. Konflik muncul ketika Dianne yang sebelumnya mempunyai hubungan dengan Amir, mendatangi rumah Amir untuk merajuk. Begitu pun Hazwan merasakan penyesalan yang dalam telah melepaskan Sabri ,yang kini semakin dewasa namun tetap menjadi dirinya sendiri, untuk kembali merajuk. Tanpa mau menjadi orang lain.
Malam itu, sabri bersama Hazwan dalam satu mobil. Hazwan mengatakan penyesalannya dan meminta Sabri kembali kepadanya. Namun ketika sabri mengatakan ia ingin melanjutkan mimpinya, sontak Hazwan menolak. Lalu hazwan buru-buru mencabut ucapannya. Nasi sudah menjadi bubur, ucapan itu sudah decerna dengan baik oleh Sabri. “Turunkan I disini, ” Sabri meminta Hazwan untuk menurunkannya. Sabri pun keluar dari mobil dan berlari ketempat acara pemilihan “Raja-Ratu” untuk menemui Amir yang dia tinggal disana. Sesampainya di tempat, Sabri melihat sosok Amir berdiri mematung dan merebahkan tumpuan ditembok. Sabri semakin mendekat. Namun tiba-tiba sosok Dianne menghapiri Amir, dan keduanya pergi tanpa mengetahui kehadiran Sabri.
Seusai dari itu, Sabri memilih menenangkan diri disamping tong sambah biru dibawah rembulan yang semakin meninggi. Tanpa ia sadari, Amir memergokinya. “Malam-malam dekat tong sampah”. Sabri pun slah tingkah. obrolan pun berlanjut, sampai pada akhirnya kalimat “Kalo dia cakap happy bersama awak?”-ini terurai lembut dari lisan Sabri. Keduanya tersenyum tanda setuju. Seiring cinta yang satu. Aku, Dia, dan Tong Sampah.

Sudahhhh kelarrr, heheheeh. Semoga bermanfaat….